Translate

Rabu, 06 November 2013

6/11/13

mata itu..
selalu menatapku dengan sejuta misteri..
membuat jantungku berdetak seolah kan berhenti..
membuat keringat mengucur deras di pelipisku..
mata itu...
membuatku bertanya apa maksud tatapan tajam itu..
membuatku seolah lupa akan semua keindahan bumi..
membuatku seolah ingin selalu berada di depanmu.
mata itu...
indah bak bulan purnama,
berseri bak langit pagi..
jernih bak sungai menuju lautan lepas..
mata itu..
melontarkan sapaan halus di setiap pagiku..
memberikan belaian halus di setiap dukaku..
dan memberikan semangat baru di setiap rapuhku..
mata itu..
mata di setiap jalan lurusku..
mata di setiap sudut gelapku..
mata di setiap sambut pagiku..
mata itu..
segalanya bagiku...

6/11/13

miss...

rindu ini tertunda angin..
tersapu hangatnya sinar matahari pagi...
yang semalam terselimuti dinginnya bulan.
kutatap warna elok itu..
hingga ku mampu tersejuk kembali karna parasmu.

rindu ini tertunda angin..
terbawa entah kemana, tak tahu sampai kapan berkelana.
angin yang membelai halus pun tak terasa olehku, yang kurasa hanya kilatan cahaya mega abu-abu..
seolah ingin menyampaikan isyarat kepadaku, namun ku tak faham.
abu-abu itu perahan membiru. cerah.

rindu ini tertunda angin...
membawa rinduku hingga ke tengah samudra dan melepaskannya.
melayang tak tentu arah..
rinduku kini telah hilang,
ditelan ombak di tengah samudra..


Minggu, 03 November 2013

puisi 2011



Hilang                                                
Gemuruh ombak menerjang karang..
Terbentang luas di lautan cinta..
Aku menunggu kau sang putri penguasa lautan…
Menari-nari di bayangan mimpi dewa neptunus..
Disinari kilauan fatamorgana..
Menggetarkan roh-roh laut..
Alga merah merenggut nyawa..
Untuk aku bersatu denganmu..
Selamanya..


Rapuh
Pahit itu masih terasa,
Himpitan kalbu dibalik jeruji,
Termakan usia karat tak bertepi.
Menunggu dirimu ditepi perapian,
Berbisik lirih menuntun jemariku.
Dalam rumah mungilku dikaki lembah,
Aku memanggilmu…
Namun yang kudengar hanya gaung tawa mereka dari lorong gelap tak bertepi.
Aku tak akan berhenti memanggilmu,
Meski sang rumput liat tlah menyumbat telinagmu.
Kau tak menghiraukanku,
Tapi setidaknya dinding rumah mungilku akan menyampaikan isakku,
Dan ubin yang kupahat sendiri itu aan menjadi saksi air mataku…
Dari cerobong asap yang telah kusam itu aku terbang menuju kekekalan hidup ini…


Aku Menulis Sambil Menangis
Aku menulis sambil menangis
Jemariku berjalan pincang menyusun kata.
Aku menulis sambil menangis
Tinta darah bercampur air mata tersusun menakutkan diselembar kertas hitam.
Aku menulis sambil menangis
Goresan sesal tak patuh pada peringatan masa lalu menguliti tubuhku.
Aku menulis sambil menangis
Kutunggu beban meringan disapu hembusan fajar menusuk tulang sum-sum.
Aku menulis sambil menangis
Mengharap ridho masa yang akan datang menerima sesal dari nyawa penuh dosa.

puisiku

-teruntuk sebuah bintangterindah diantara ribuan bintang yang bertabut terang di alam semesta-

mengapa setelah panas selalu ada hujan yang menyejukkan?
mengapa selalu ada tanda titik untuk setiap akhir?
dan mengapa tak pernah ada janji yang terucap dari kayu kepada apai yang menjadikannya tiada?
aku berlalu atas semua pertanyaan itu.
karena hanya satu kata yang bisa kupahami, hanya satu kata yang aku mengerti, dan hanya satu kata yang mampu membuatku cukup jelas mengapa awan selalu menyamarkan keindahan puncak gunung.
yaitu kamu....

seucap kata mengalun indah darimu
terfikir asa indah akan kehidupan masa depan..
namun, selalu saja ada angin yang menyapu untaian debu yang telah tersusun rapi di ujung perapian.
api yang menari elok perlahan menciut.
tak pernah tersampaikan isyarat awan yang mendatankan hujan,
tak pernah tersampaikan pesan es yang menjadikannya gletser.
namun tetap saja, debu telah tersapu angin, kata-kata yang sudah terucap telah sirna.
masa lalu itu hanya kenangan, indah menari di atas bayangan.
tersambut mentari pagi yang menbutuhkan panas dan hujan untuk menciptakan pelangi,
mejikuhibiniu kehidupan....

dimana sosok itu?
sosok yang selalu ada di setiaplangkah kakiku?
sosok yang selalu ada disetiap detak jantungku?
sosok yang selalu ada di sudut waktuku?
engkau ada dimana-mana....
engkau ada di dalam fikiranku,
engkau yang ada di setiap ucapku..
engkau yang ada di setiap mataku terpejam.
engkau ada dimana-mana....
jejakmu yang selalu terdengar di relung hatiku,
suaramu yang selalu terdengar di setiap lamunku,
pesanmu yang selalu mengalir di aliran darahku,
dan sapamu yang selalu menyambut pagiku.
engkau ada dimana-mana....
kecuali dihadapanku.